Binamuda.id. Pangandaran — Demokrasi tidak berhenti ketika masyarakat selesai memilih, karena tantangan berikutnya adalah menjaga persaudaraan di tengah perbedaan pilihan.
Pesan tersebut menjadi inti konsolidasi demokrasi Jama’ah ABLA’U di Kabupaten Pangandaran, Sabtu (8/8/2026).
Perjalanan bersama menggunakan sepeda motor menjadi ruang bertemu dan berdialog, sekaligus mengingatkan bahwa demokrasi tidak berhenti di bilik suara, tetapi berlanjut dalam cara masyarakat menjaga persaudaraan setelah pilihan berbeda.
Pimpinan Majelis Jama’ah ABLA’U, Fahmi Fajar Mustopa, mengatakan perbedaan pilihan tidak seharusnya mengubah hubungan sosial yang telah terbangun di masyarakat.
“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita kehilangan persaudaraan. Demokrasi justru harus membuat kita semakin dewasa dalam menghargai perbedaan,” ujar Fahmi.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Zacky Muhammad Zam Zam menegaskan bahwa masa setelah pemungutan suara menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan demokrasi.
“Demokrasi tidak selesai ketika pemungutan suara berakhir. Justru setelah masyarakat menentukan pilihan, kita menghadapi pekerjaan yang lebih penting, yaitu menjaga persaudaraan dan memastikan perbedaan pilihan tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat,” ujarnya saat perjalanan.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa partisipasi demokrasi tidak cukup diukur dari penggunaan hak pilih, tetapi juga dari kemampuan warga mengelola perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat dapat mengambil peran dengan menghormati pilihan orang lain, memeriksa informasi sebelum menyebarkannya, menolak provokasi, serta membuka ruang dialog ketika perbedaan muncul.
Tantangannya, informasi provokatif dan kabar yang tidak terverifikasi dapat memperuncing perbedaan apabila masyarakat tidak memiliki kebiasaan menyaring informasi secara kritis.
Karena itu, konsolidasi demokrasi perlu diteruskan di lingkungan keluarga, komunitas, dan masyarakat agar budaya dialog serta persaudaraan tidak berhenti setelah kegiatan.
Konsolidasi demokrasi membawa pesan bahwa demokrasi bukan cuma memilih. Setelah pilihan ditentukan, masyarakat tetap memiliki tanggung jawab menjaga persaudaraan. (Red/cp)












